Kamis, 15 Mei 2014

Membentuk Manusia Budaya


I. Pendahuluan 

  Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan memiliki kedudukan sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai individu dan sosial tentunya berbeda. Sebagai individu manusia memiliki karakter, watak, serta sifat yang berbeda pula. Sebagai mahluk sosial tentunya mahluk hidup memerlukan satu sama lain, saling berinteraksi dalam kehidupannya. Membahas manusia tentu manusia berinteraksi, kali ini kita membahas manusia dengan budaya dan perwujudannya. Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Terlintas pertanyaan dikepala, Apa hubungan manusia dan budaya? Mengapa budaya dan manusia saling dikaitkan? Yang terpenting bagaimana membentuk manusia berbudaya?
  Makalah ini ditulis adalah bertujuan untuk memperluas wawasan pembaca serta memenuhi tugas Ilmu Budaya Dasar. Selanjutnya akan dijelaskan pertanyaan-pertanyaan diatas.

II. Pembahasan

A. Hubungan manusia dengan budaya
  "Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri." -Melville J. Herskovits dan Bronislaw
  Kebudayaan bahkan bukan hanya merupakan kekuatan dari luar diri manusia tetapi bisa tertanam dalam kepribadian individu . Dengan demikian kebudayaan merupakan kekuatan pembentuk pola sikap dan perilaku manusia dari luar dan dari dalam. Unsur paling sentral dalam suatu kebudayaan adalah nilai – nilai yang merupakan suatu konsepsi tentang apa yang benar atau salah (nilai moral), baik atau buruk (nilai etika) serta indah atau jelek (nilai estetika). Dari sistem nilai inilah kemudian tumbuh norma yang merupakan patokan atau rambu – rambu yang mengatur perilaku manusia di dalam masyarakat.Contoh sedehana adalah Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda. Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai.

B. Keterkaitan manusia dengan budaya

  Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat berkaitan satu sama lain. Manusia di alam dunia inimemegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari berbagai segi. Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi). Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosialofi), Makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yan g berbudaya dan lain sebagainya. Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.


C. Cara membentuk manusia berbudaya

  Dari sumber yang didapat diterangkan bahwa ada 2 cara dalam membentuk manusia berbudaya, dengan Culture Experience dan Culture Knowledge. Apakah maksud dari istilah tersebut? 
  Culture Experience merupakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara terjun langsung kedalam sebuah pengalaman kultural. Contohnya, jika kebudayaan tersebut berbentuk tarian, maka masyarakat dianjurkan untuk belajar dan berlatih dalam menguasai tarian tersebut. Dengan demikian budaya tersebut tidak akan hilang sampai ke turunan berikutnya, karna akan selalu diingat/dipelajari oleh tiap turunan. 
  Sedangkan  Culture Knowledge merupakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara membuat suatu pusat informasi mengenai kebudayaan yang dapat difungsionalisasi kedalam banyak bentuk. Tujuannya adalah untuk edukasi ataupun untuk kepentingan pengembangan kebudayaan itu sendiri dan potensi kepariwisataan daerah. Dengan demikian para Generasi Muda dapat mengetahui tentang kebudayaanya sendiri.

III. Penutup

A. Kesimpulan
  Dari makalah yang saya buat ini  jelas dimaksudkan manusia erat berkaitan dengan budaya. Dalam membentuk manusia budaya, manusia itu perlu mengingat, menjaga, serta melestarikan agar kebudayaan itu tidak hilang atau lepas dari diri kita. Karena dengan berbudaya menunjukkan identitas dan karakter manusia tersebut. Dengan begitu kebudayaan tidak akan musnah digerus oleh jaman.

B. Referensi

 http://parkjiyoung.wordpress.com/2013/01/07/hubungan-manusia-dan-kebudayaan/ (diunduh pada tanggal 15 Mei 2014)
 http://iindramawan.blogspot.com/2013/03/upaya-melestarikan-budaya-bangsa.html (diunduh pada tanggal 15 Mei 2014)

Nama : Mahigbal Kelana Lubis
Kelas : 1KA08
NPM : 15113234