Peran agama dalam membangun budaya lokal
1. Pendahulan
Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi , peran agama dalam membangun budaya sosial sangat berpengaruh,karena
berbicara mengenai agama, maka kita akan bebicara mengenai iman atau keyakinan.
Dalam perjalanan umat manusia yang sudah berjalan cukup lama,kebudayaan sebagai
salah satu hasil karya manusia mulai dari jaman
dahulu hadir sebagai identitas yang menjadikan seseorang dari latar belakang
budaya tertentu menjadi lebih khusus dibanding dengan orang lain yang berasal
dari latar belakang budaya yang berbeda.
Rumusan
masalah :
1. Apa hubungan agama Islam dengan budaya
lokal?
2. Apa fungsi agama terhadap budaya lokal?
Makalah ini bertujuan untuk
memberikan pengetahuan tentang bagaimana peran agama dalam membangun budaya
sosial.Bagaimana pengaruh agama terhadap budaya sosial dan apa arti dari budaya
itu sendiri.
2. Pembahasan
HUBUNGAN ISLAM DENGAN BUDAYA LOKAL
Agama
Islam membiarkan kearifan lokal dan produk-produk kebudayaan lokal yang
produktif dan tidak mengotori aqidah untuk tetap eksis. Jika memang terjadi
perbedaan yang mendasar, agama sebagai sebuah naratif yang lebih besar bisa
secara pelan-pelan menyelinap masuk ke dalam “dunia lokal” yang unik tersebut.
Mungkin untuk sementara akan terjadi proses sinkretik, tetapi gejala semacam
itu sangat wajar, dan in the long run, seiring dengan perkembangan akal dan
kecerdasan para pemeluk agama, gejala semacam itu akan hilang dengan
sendirinya.
FUNGSI AGAMA TERHADAP PERKEMBANGAN DAN PERUBAHAN BUDAYA
Dalam
konteks sosial, hubungan fungsional antara agama dan masyarakat sejauh
menekankan aspek-aspek yang rasional dan humanis, atau sosial karitatif dalam
masyarakat, dapat disebut sebagai suatu historical force yang turut menentukan
perubahan dan perkembangan masyarakat.
Dalam
hubungan ini, dapat dikatakan bahwa agama mampu menjadi katalisator pencegah
terjadinya disintegrasi dalam masyarakat. Dan lebih dari itu, dengan kekuatan
yang dimilikinya, agama dapat diharapkan membangun spiritualitas yang memberi
kekuatan dan pengarahan dalam memecahkan segala problem sosial, mengatasi rasa
frustrasi sosial, penindasan dan kemiskinan. Sosiolog Peter L Berger (1991)
mengemukakan hal yang sama, bahwa agama merupakan sistem simbolik yang
memberikan makna dalam kehidupan manusia yang bisa memberikan penjelasan secara
meyakinkan, serta paling komprehensif tentang realitas, tragedi sosial dan penderitaan.
Memahami
agama sebagai gejala kebudayaan tentu bersifat kontekstual, yakni memahami
fenomena keagamaan sebagai bagian dari kehidupan sosial kultural. Dalam hal ini
agama dikembalikan kepada konteks manusia yang menghayati dan meyakininya, baik
manusia sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
3.
Penutup
Sejalan dengan
perkembangan budaya dan pola berpikir masyarakat yang materialistis dan
sekularis, maka nilai yang bersumberkan agama belum diupayakan secara optimal.
Agama dipandang sebagai salah satu aspek kehidupan yang hanya berkaitan dengan
aspek pribadi dan dalam bentuk ritual, karena itu nilai agama hanya menjadi
salah satu bagian dari sistem nilai budaya; tidak mendasari nilai budaya secara
keseluruhan.
Aktualisasi
nilai-nilai agama dalam kehidupan sekarang ini menjadi sangat penting terutama
dalam memberikan isi dan makna kepada nilai, moral, dan norma masyarakat.
Apalagi pada masyarakat Indonesia yang sedang dalam masa pancaroba ini.
Aktualisasi nilai dilakukan dengan mengartikulasikan nilai-nilai ibadah yang
bersifat ritual menjadi aktivitas dan perilaku moral masyarakat sebagai bentuk
dari kesalehan social.
Referensi :
http://www.awankpoenya.co.cc/2008/11/era-informasi-dan-globalisasi-sebagai_13.html
http://www.awankpoenya.co.cc/2008/11/era-informasi-dan-globalisasi-sebagai_13.html
http://pustaka.bkkbn.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=109&Itemid=93.
Diunduh pada tanggal 30 Maret 2014
Diunduh pada tanggal 30 Maret 2014
Nama : Mahigbal Kelana Lubis
Npm : 15113234
Kelas : 1ka08
Tidak ada komentar:
Posting Komentar